Rabu, 11 Februari 2015

 

Selamat pagi sobat eMKa Land yang baik, cuaca tidak bersahabat sepertinya tetapi hati kita tidak boleh mendung.

 

Pagi ini saya dapat artikel dari sobat Hendro dan saya rasa ini sangat penting untuk diketahui bersama sebagai orangtua, dan salah satu yang sangat saya ingin perjuangkan adalah tetaplah berpegangan pada budaya ketimuran untuk menjaga anak-anak kita. Mohon di-share artikel ini supaya semakin banyak orangtua yang bisa ambil bagian dalam pendidikan.

 

Smile Melly Kiong

Www.menatakeluarga.com Www.emkaland.blogspot.com

 

Detik.com Rabu, 11/02/2015 01:01

 

WIBKPAI: Awasi Anak dari Tradisi Sesat Lepas Keperawanan di Hari Valentine!

 

Herianto Batubara – detikNewsJakarta –

 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut, ada tradisi berbahaya di kalangan remaja dalam perayaan hari Valentine yang dirayakan setiap 14 Februari. Salah satunya tradisi sesat menghalalkan melepas keperawanan.”Ada tradisi perayaan Valentine yang tidak ramah anak. Di antaranya, Valentine dipahami sebagai hari kasih sayang yang menghalalkan melepas kegadisan. Tidak sedikit anak sekolah yang menjadi korban kekerasan seksual di hari Valentine,” kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan Susanto saat berbincang dengan detikcom via telepon, Selasa (10/1/2015) malam.

 

Hal tersebut menurut Susanto sangat meresahkan. “Valentine sering dipahami sebagai hari bersenang-senang bagi pasangan dan seks bebas bagi pasangan di luar nikah,” ucapnya. Disalahartikannya makna kasih sayang dalam konteks hari Valentine ini, kata Susanto, sangat berbahaya. Jika tidak diluruskan, akan semakin banyak anak-anak muda yang akan terjerumus dan menjadi korban seks bebas. “Substansi Valentine itu kasih sayang untuk semua orang, harmoni dalam keluarga, harmoni dalam berteman sebaya, harmoni dalam bermasyarakat. Bukan semata-mata sayang pasangan dengan pelampiasan seks bebas,” sesal Susanto.

 

Susanto berharap, remaja dan anak tak lagi terjebak dengan paham bahwa valentine adalah pelepasan kegadisan dan seks bebas sebagai momentum perayaan Valentine. Orangtua dalam hal ini harus ikut ambil bagian.”Orangtua harus menjelaskan kepada anak bahwa pemahaman Valentine yang dimaksud (seks bebas dan ajang melepas keperawanan-red) adalah salah,” imbuh Susanto.

 

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>