Pagi sobat eMKa Land yang bahagia, saya tidak henti-hentinya bersyukur atas testimoni yang terus bergulir dan menyemangati kita semua sebagai orangtua yang eling untuk terus belajar dan berubah demi anak-anak kita. Terima kasihku dari lubuk hati yang paling dalam. Gan En
Kita tdk bisa pungkiri bahwa anak-anak juga manusia yang rentan akan karakter yang negatif, pertanyaannya akankah kita biarkan? Seyakinyakinnya tidak akan. Namun tahu tidak bahwa anak belajar berbohong dari orangtua sebagai guru pertama dan utamanya? Coba yah, anak minta mainan, kita jawab tidak ada duit, padahal setelah itu kita bisa belanja dari dompet kita yang berisi duit. Sederhanakan? Akumulasi itu terus diserap anak.
Ketika orgtua mendapati anak berbohong, gusarnya minta ampun dan menyalahkan lingkunganlah dan lain-lain.
Mari selesaikan persoalan ini, elinglah dari diri kita untuk tidak berbohong, jelaskan dengan  bahasanya anakanak apa alasannya ketika kita tidak memenuhi permintaannya. Beri ruang untuk diskusi. Dan jika kita mendapati anak berbohong, usahakan berempati dan berpikir positif bahwa dia belum mengerti, dan ajak anak diskusi dan katakan bahwa itu hal wajar jika mereka belum mengerti.

Katakan bahwa anak bisa bohong pada manusia tetapi tidak demikian pada Tuhan. Sekali lagi berikan ruang aman bahwa kesalahan mereka juga adalah tanggung jawab kita dan ajak anak untuk tidak mengulanginya dengan sadar bahwa itu tidak baik, bukan sebaliknya menghakimi diri sendiri dan anak kita.
Mindful parenting membangun kondisi yang tidak saling menghakimi sehingga terbangun hubungan yang harmonis, nyaman dan aman antara anak dan orangtua.
Selamat santai
 
Smile
Melly Kiong
@mellykiong
eMKa Land is a solution

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>