Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, masih pagi rasanya tetapi “Teras Melly Kiong” sudah siap dengan seduhan teh harum semerbaknya.

Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh seorang ibu yang bingung, mana yang harus diikuti pilihan suami atau pilihan anak dalam hal memilih sekolah. Ketika ditanya alasan suaminya sangat masuk akal, memilih sekolah yang menanamkan mental disiplin, dll. Namun anaknya milih negeri dengan alasan trauma diberikan konsekuensi ketika melakukan kesalahan, sehingga anaknya tidak suka dan lebih ke trauma. 
Orangtua manapun akan melindungi anak namun harus bijaksana, jika sebuah kasus terjadi, dan kita harus menghindari dengan membawa anak kita pergi, maka di tempat yang baru anak kita akan tambah rentan jika kasus itu terjadi kembali. Jadi bukan mengajari mereka menghindari melainkan ajak mereka menghadapi, diskusikan; bukan kita yg selesaikan. Jika perlu bukan kita yang tegur gurunya namun ajak selesaikan dari dua belah pihak, sehingga anak dan guru sama-sama introkspeksi.
Mindful Parenting, membekali anak cara untuk mencari solusi jauh lebih utama daripada kita membantunya menyelesaikan semuanya.

Saya selalu ingat pesan almarhumah mamaku:

Sayangilah tulang anakmu, maka dia akan berdiri tegak. Bukan sayangi kulitnya.”

Sebuah filosofi mendidik yang luar biasa, warisan kita semua.
Selamat pagi, semoga semua sobat yang anaknya kelas 6 SD lulus semua ya.
Salam smile
Melly Kiong


“Berilah kritikan setelah kita siap dikritik.”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>