23 juli 2013
Selamat sore sobat eMKa Land yang baik, saya sebenarnya memang mau menuliskan sesuatu tentang hari Anak Nasional, namun masih nunggu apa yang tepat untuk dituliskan. Namun tiba-tiba saya dapat BBM dari sahabat saya Eka yang bunyinya seperti:
“Hari ini gw dapat cerita temen yang sering sakit maag kambuh, gw selalu katain dia psychosomatic, ternyata dia tumbuh dari ibu bapak yang luar biasa keras mendidik anaknya, betapa dia masih ingat usia 10 tahun di marahin dengan dibilang anak gila, dan dia masih ada di memorinya. Dan banyak lagi cerita-cerita yang menghantam emosi. Malah pernah dia mau bunuh diri menyayat tangannya. Mell, yang elo lakukan luar biasa hebat, mengingatkan selalu bagaimana seharusnya menjadi orangtua untuk masa depan. Support dan doaku selalu”

Spontan pikiranku berkecamuk, mikir terus bagaimana penderitaan yang begitu panjang yang harus diterima anak-anak sampai dewasa sebagai akibat dari masa kecil yang tidak bahagia karena pola asuh orangtua? Semoga cerita nyata dari BBM sahabat saya akan menjadi barometer untuk kita selalu eling dan melakukan instrospeksi ke dalam, jalan mana yang akan kita persiapkan bagi anak-anak kita? Bahagia atau menderita? Semua ada ditangan kita.

Semoga “Hari Anak Nasional” tahun ini bukan hanya mengukur dan mempertontonkan prestasi anak yang penuh dengan ceremony seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan kita jadikan ini sebagai momentum untuk mengukur diri apakah sudah menjalankan kewajiban kita menjadi pendidik yang penuh tanggung jawab dan penuh cinta bagi anak-anak kita.
“Selamat Hari Anak Nasional” Salam dan peluk ciumku buat semua anak-anak Indonesia, semoga mereka semua jadi anak-anak yang pantas untuk bahagia

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>