Selamat pagi sobat eMKa yang berbahagia, tetap semangat ‘kan? Terima kasih untuk 179 sobat eMKa yang membalas sapaan saya kemarin, ini sangat luar biasa dan menurut pakar komunikasi Bpk. Ponijan ini adalah bagian dari etika berkomunikasi, dan bagi saya cukup menjawab permasalahan yang ada atas keluhan orangtua umumnya mengenai anak yang tidak suka menyahut ketika dipanggil. Karena orangtua juga tidak memberikan contoh. Semoga kita mulai membiasakan diri dari komunitas kita ini.

Topik hari ini ternyata banyak yang kebingungan dengan anak yang bertanya di luar perkiraannya sebagai orangtua. Tentu ini harus disambut dengan positif, artinya semakin banyak anak bertanya maka kreativitas anak akan semakin bertumbuh. Namun seringkali yang terjadi adalah orangtua yang tanpa sengaja membunuh kreativitas anak dengan alasan tidak sabar.

Apa yang harus dilakukan orangtua? Anggap ini adalah jalan yang luar biasa untuk mempraktikkan kesabaran, jika menemukan pertanyaan yang tidak bisa dijawab jangan asal jawab melainkan bilang sama anak kita akan coba cari jawaban dulu, dan berdiskusilah dengan yang berkompeten setelah itu baru berikan jawaban yang tepat kepada anak kita. Fase menjawab anak adalah fase yang sangat penting, dimana kita juga mengajarkan kejujuran untuk mengakui jika kita memang tidak tahu, mengajari anak untuk berusaha, dan konsekuen mencari jawaban yang tepat semua itu bisa dilakukan jika kita mau bersabar.
Mendidik anak mempunyai karakter yang baik harus dimulai dari bagaimana kita membangun dasar komunikasi yang kuat.

Mindful Parenting mendengar dengan penuh kesadaran adalah kuncinya.

Mari kita pasang chip empaty dalam diri kita sebagai orangtua yang pernah jadi anak-anak yang ingin diberi ruang untuk didengarkan.

Salam Smile
Melly Kiong

” Empati adalah kunci bahagia bagi orang-orang yang punya hati.”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>