Selasa, 21 Oktober 2014

 

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Selasa, rasa habis pesta ya kita ini, capek tetapi bahagia. Kenapa coba? Karena kita barusan ikutin pesta celebrity dan pesta rakyat yang membuat kita capek walau hanya di layar kaca.

 

Ada ibu dan guru yang beberapa lama ini sangat risau dengan anak-anak usia 8 tahun yang sudah mengkonsumsi film porno. Jujur saya pun risau. Namun apakah dengan kerisauan akan memecahkan masalah? Tentu tidak bukan? Jadi apa yang harus dilakukan?

 

Saya jadi ingat obrolanku dengan Pak Daoed Joesoef bahwa di luar negri TV-nya boleh menayangkan tayangan yang berbau seks tetapi yang tidak boleh adalah yang berbau kekerasan. Kenapa? Karena sex adalah kebutuhan alamiah yang dimiliki oleh semua manusia. Namun yang penting, anak malah dibekali edukasi seks, sehingga anak tahu dengan baik, khususnya dari orangtua dan gurunya.

 

Bukan malah ketika anak penasaran dan cari tahu dari lingkungan sekitarnya. Bagaimana orangtua bersikap, ya harus berempati kalau itu adalah keingintahuan secara alamiah yang pasti dilewati prosesnya. Dan yang harus dilakukan oleh orangtua yaitu membuka pintu komunikasi bagi anak-anak kita.

 

So hadapi saja bersama dan belajar hindari kata tabu demi anak-anak kita.

 

Jangan panik dan bekerjasamalah dengan pasangan kita, dan tidak perlu tegang dan saling menyalahkan, apalagi anak kita hidup di zaman teknologi yang canggih.

 

Salam Smile

Melly Kiong

www.emkaland.blogspot.com

www.menatakeluarga.com

 

 

“Belajar tidak menyalahkan anak adalah step pertama yang dibutuhkan untuk mencari solusi dari masalah.”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>