Kamis, 23 Oktober 2014

 

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, biasa Kamis pasti banyak suguhan manis dari yg termanis di teras “Melly Kiong” dengan seduhan teh manisnya.

 

Setelah melewati hari yang begitu indah kemarin, saya masih terbayang-bayang dengan anak-anak Madrasah yang begitu manis dan sopan-sopan menyalami saya. Wajah-wajah anak masa depan yang harus dijaga bersama.

 

Tetapi tiba-tiba ada seorang ibu bertanya tentang bagaimana ya supaya anaknya mau mendengarkan dia, tidak berbohong, dan lain-lain.

 

Sebenarnya sudah sangat berbeda dengan konsep Mindful Parenting yang dimensi pertamanya mengajak orgtua untuk lebih banyak mendengar, bukan didengar.

 

Kita telah diberikan 2 telinga dan 1 mulut, yang artinya harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Terus salahnya di mana ibu itu? Tidak ada yang salah, hanya ibu itu belum tahu trik komunikasi, ketika anaknya lebih suka main lumpur di kolam, malah disuruh ngaji. Coba ya pikirkan apa bedanya dua kalimat ini:

 

“De kamu ngaji dulu nanti baru main.”

“De kamu boleh main, kalau kamu sudah selesai ngaji.”

 

Mana yang akan dipilih dan mengapa?

 

Yuk saya pengen tahu jawabannya. Yang partisipasi akan dapat pembelajaran pastinya.

 

Saya tunggu ya

Smile 4 you 

Melly Kiong

www.emkaland.blogspot.com

www.menatakeluarga.com

 

 

“Tempatkan pada posisi anak bagaimana dia ingin diperlakukan dan bercerminlah apakah kita sudah melakukan yang diharapkan anak.”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>