Selasa, 24 Februari 2015

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia di mana pun berada, saya Mohon maaf karena semalam saya benar-benar tidak bisa mikir lagi bagaimana seduh teh baktinya jadi tunggu malam ini ya? Teras “Melly Kiong” akan seduh terlebih dahulu teh ilmunya.

Saya mendapati banyak orangtua yang dengan mudah mengklaim kalau anaknya kena bullying. Dan saya jujur tdk bisa klarifikasi apakah defisisi bullying itu sudah benar.

Jadi ingat-ingat waktu saya kecil, selalu aja musuhan sama teman yang satu baikkan dengan teman yang lain, dan musuh pakai jempol baikan lagi pakai kelingking. Sampai kasus sudah parah saya tidak tahan pulang nangis, kakak saya yang dtg cari teman-teman yang bikin saya nangis.

Memang teman stop gangguin saya, tetapi apakah saya lebih baik? Tidak, mereka malah punya pandangan baru, kalau saya dikit-dikit lapor dan mereka malah tidak mau main dengan saya karena takut berurusan dengan saya. Sejak saat itu saya justru memutuskan untuk belajar bagaimana hadapi musuh dengan baik, saya belajar pelajari apa yang disukai musuh saya. Dan jujur sekarang saya merasa sangat bersyukur bisa belajar banyak bagaimana hadapi musuh dengan kebajikan.

Nah, mencintai anak kita tentunya banyak yang berusaha jangan sampai anak kita menderita, jangan sampai anak kita tersakiti orang lain. Pernahkah kita sadari bukan orang lain saja yang bisa bullying anak kita, melainkan masih banyak orangtua yang bullying anak sendiri lho. 


Yuk, belajar lebih bijak menyertakan anak-anak kita.

Smile Melly Kiong

www.emkaland.blogspot.com

www.menatakeluarga.com


“Cintai anak kita dengan ajak dia untuk belajar memikul beban, bukan dengan memikul bebannya.”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>