Siapa Bilang Bapak Tidak Peduli Pengasuhan?

fathering1

Parenting dapat diartikan sebagai pengawasan/pengasuhan oleh orangtua terhadap anak-anaknya. Karena parenting diambil dari kata parent atau orangtua itu artinya mengasuh anak adalah tugas dan tanggung jawab Bapak dan Ibu bersama.

Peran Bapak dalam Mengasuh

Para ibu mungkin sering merasa bahwa peran bapak dalam mengasuh itu minim atau merasa bapak menyerahkan tugas mengasuh sepenuhnya kepada ibu. Mulai dari tugas sekolah sampai ambil rapot, biasanya lebih banyak ibu ketimbang bapak yang datang ke acara anak-anak.

Ternyata tidak sedikit Ibu di Indonesia yang merasakan hal yang sama, karena menurut Dr. Sukiman (Ketua Umum Ikatan Dokter PAUD Indonesia), Indonesia memiliki julukan Negeri Tanpa Ayah karena minimnya peran ayah dalam mengasuh anak.

Seputar predikat ini, Ibu Melly Kiong merasa bahwa kultur orang timur dimana wanita dianggap sebagai pengurus rumah merupakan sebuah faktor minimnya peran seorang bapak selain kesibukan mencari nafkah. Tetapi, Ibu Melly melanjutkan bahwa menurutnya Fathering adalah bagaimana seorang bapak menunjukkan tanggung jawab pria dalam keluarga baik itu dalam mencari nafkah atau pembagian tugas rumah.

Dr. Sukiman setuju bahwa terlepas dari kultur, harus ada pembagian tugas oleh bapak dan ibu dalam mengasuh anak. Beliau juga menambahkan bahwa pengasuhan tanpa bapak pasti ada kekurangan meskipun kekurangan itu efeknya pada anak tidak langsung dirasakan.

Bagaimana dekat dengan anak?

Dr. Sukiman berkata bahwa intinya adalah seorang bapak harus bisa membaca situasi dan kondisi agar obrolan dengan anak tersebut dapat nyambung. Jadi, kalau anak sedang membahas masalah sekolah maka itu saja yang dibicarakan dan jangan merambat terlalu jauh ke hal-hal lain. Untuk dapat memahami anak tentu dapat menambah waktu bersama mereka ataupun minta cerita-cerita dari ibu tentang anak.

Bagaimana kalau bapak dan ibu tidak satu suara?

Hampir semua orangtua pasti pernah merasakan misalnya anak minta ijin keluar rumah untuk main dengan temannya dan ibunya bilang tidak boleh tapi pas tanya dengan bapaknya malah dibolehkan alias tidak satu suara.

Dr. Sukiman berkata bahwa masalah tidak satu suara pasti pernah terjadi dalam dinamika mengasuh anak, tetapi menurutnya yang penting adalah perbedaan menjadi bahan diskusi dan bukan perselisihan. Kalaupun diakhir diskusi salah satu pihak baik bapak atau ibu harus menganulir keputusan mereka, maka tidak usah takut dan gengsi kepada anak tapi terang-terangan saja karena itu pun bisa menjadi contoh berbesar hati yang baik bagi anak.

Kalau ada perbedaan dan salah satu pihak menganulir, yang penting anak dijelaskan kenapa […] berjiwa besar untuk kebaikan anak” tutur Dr. Sukiman.

Ibu Melly menambahkan bahwa bila ada perbedaan pendapat antara bapak dan ibu, alangkah baiknya bila perbedaan tersebut didiskusikan dibelakang anak agar jangan ada perselisihan atau masalah authority antar orangtua didepan anak. Ibu Melly juga mengingatkan pentingnya menghargai pendapat satu sama lain dan jangan saling menyalahkan bila keputusan yang diambil salah. Intinya, komunikasi dua arah.

Selain membahas pentingnya bapak dalam keluarga, Ibu Melly bersama Dr. Sukiman dan Pak Stefanus Rizal juga membahas pertanyaan parenting seputar predator anak dan kapan anak-anak sebaiknya diajarkan calistung (baca, tulis, berhitung).

Untuk dengerin versi lengkapnya dan sharing dari Dr. Sukiman dan Pak Rizal, klik link dibawah ini ya

https://www.youtube.com/watch?v=tMH2TXTZfp0

Parenting terus diperjuangkan oleh bapak dan ibu dan karena ilmu mendidik anak terus berkembang orantua harus tetap saling belajar dan mengajari. Tetap terbuka dan jangan gengsi untuk minta maaf dan mengoreksi diri.

Dan untuk para pria, mari tunjukkan kalau bapak juga peduli pengasuhan anak!

Salam orangtua mindful,

Melly Amala Kiong

fathering1

Who Says Father Doesn’t Care About Parenting?

Parenting is the act of supervising, raising or caring of a child by its parents. Parenting itself is taken from the noun parent meaning that caring for children is the duty and responsibility of both mother and father together.

A Father’s Role in Parenting

Mothers everywhere may often feel as though fathers’ role in parenting is very minimum or that fathers tend to leave parenting entirely to the mothers. From homework and chores up to picking a child’s school report, usually there’re more mothers than fathers at children’s gathering.

As it turns out, a lot of mothers in Indonesia share this sentiment, as Dr. Sukiman (Chairman of the Indonesian PAUD Doctoral Association) confesses that Indonesia has a title of Country Without a Father for how little a father’s role usually is in parenting.

Talking about this particular title, Mrs. Melly feels that the eastern culture where a woman is taught to be a housekeeper and thus family keeper is a definite factor in why a man is not too involved in parenting, on top of the fact that for most family, the father is usually the one who earns a living for the family. However, Mrs. Melly also explains that for her, Fathering is how a father shows their children the responsibility of a man in the family whether its to work outside (earn a living) or inside (parenting, chores, etc.) the house.

Dr. Sukiman agrees that regardless of culture, there needs to be a division of tasks for fathers and mothers in parenting their children. He also adds that parenting without a father figure will have its shortcoming even if the effect of that shortcoming is not immediately felt by the children.

What if fathers and mothers are not on the same page?

Almost all parents have experienced that moment of not being on the same page on things. For example, when a child asks for permission to go out and play that was refused by the mother but was okayed by the father instead.

Dr. Sukiman explains that the problem of parents not being on the same page is common in the dynamics of parenting but, the most important thing when encountering this problem is to remember that differences is a source of discussion and not dispute. Even if at the end of the discussion one party (the father or the mother) must retract their earlier decisions, there is no need to feel scared or ashamed to children. Be open and honest as that in itself is a good example for children.

“If there are differences and one party has to change, what’s important is to explain to children why the change happen […] having a big heart for your children’s sake,” Dr. Sukiman says.

Mrs. Melly adds that if differences do happen between parents, it is best to discuss that differences behind their children. This is to avoid having dispute, especially power dispute between parents in front of children. Mrs. Melly also reminds parents of the importance of valuing each other opinions and not blaming one side when a decision that was made together turns out to be wrong or bad for children. Communication needs to happen two-way.

Other than talking about the importance of a father in parenting, Mrs. Melly together with Dr Sukiman and Mr. Stefanus Rizal also talks about parenting questions such as: how to warn children of child predator and when to teach children to read, write, and count.

Listen to the full version of the talk and sharing by Dr. Sukiman and Mr. Rizal by clicking on link below

https://www.youtube.com/watch?v=tMH2TXTZfp0

Parenting needs to be fought for by both fathers and mothers because parenting knowledge keeps on expanding and parents have to work together in caring for children. Keep being open minded and don’t be shy to admit faults and correcting oneself.

And for men out there, lets show the world that fathers care about parenting as much as mothers do!

Salam orangtua mindful,

Melly Amala Kiong

↑Post ini tersedia dalam 2 bahasa, klik lingkaran diatas untuk mengganti bahasa↑
This post is available in 2 languages, click the circle above to change language

Images designed by Freepik

Leave a comment