Teh Cinta (eMKa hari ke-222) – Mencintai Dengan Rasa Empati

Terkadang sebagai wanita selalu menginginkan pasangan kita romantis terhadap kita, namun sayangnya tidak semua pasangan kita bisa seromantis seperti harapan kita. Apalagi type seperti suami saya yang sejak mulai dari pacaran hingga menikah tidak bisa romantis dengan kata-kata. Suami saya mengungkapkan rasa cintanya dengan caranya sendiri. Ketika saya terlalu sibuk bekerja, suami sungguh perhatian dan […]

Teh Bakti (eMKa hari ke-221) – Cinta Pertamaku Hanya Untuk Papi

Kata orang, cinta pertama seorang anak perempuan ialah pada ayahnya. Namun cinta pertamaku tak seindah yang kuharapkan. Ayahku tak seperti sosok ayah dalam cerita dongeng keluarga yang sungguh sangat indah. Keinginan papi untuk membangun bisnis di Jakarta membuat kami sekeluarga harus berpisah dalam waktu yang cukup lama. Itu membuat aku merasa kehilangan sosok papi di […]

eMKa Hari Ke – 22 (Teras Melly Kiong) Anak Tidak Pantas Menderita

  Aku menemukan kasus yang sangat menyakitkan, 30 tahun seorang anak harus hidup dengan pola asuh yang salah dan berada dalam tekanan. Bahkan pernah berpikir bunuh diri adalah solusi terbaik karena tidak ada jalan lain. Sedangkan bagi orangtua merasa luar biasa punya anak yang sangat nurut tidak pernah melawan dan baik baik saja dirumah. Siapa […]

eMKa Hari ke – 19 (Teras Melly Kiong) Anak Tetap Anak yang Tak Berdaya???

Semalam saya harus melepaskan Mbak Kiki untuk kembali ke kampung demi memenuhi keinginan orangtuanya yang memaksa dia harus menikah dengan anak laki-laki sahabat orang tuanya. Dari curahan hatinya saya jadi tidak begitu yakin dengan kebahagiaan buat dirinya. Jujur saya merasa sangat tidak fair, seharusnya orangtua yang mau mendiskusikan terlebih dahulu dan berikan ruang buat anak […]

eMKa Hari ke – 14 (Teras Melly Kiong Negeri Tanpa Ayah Sangat Nyata

  Wulan menagih janji saya untuk berbagi tentang “Negeri Tanpa Ayah” yang begitu menarik perhatiannya. Saya juga sangat ingin bagikan namun karena sibuk dengan kegiatan lain jadi ada alasan untuk menunda. Namun dari 2 anak yang saya ngobrol dengan saya dengan sangat tegas tidak menginginkan bapaknya ada dalam keluarga. Mengapa demikian?? karena bapaknya tidak hadir […]

Aku sudah nasehati anakku dan dia semakin melawan

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Senin penuh asa dari Teras”mellykiong”. Saya semakin semangat mengisi hidup ini karena saya yakin setiap lembar isian tak akan sama. Kemarin seorang ibu merasa pasrah dan tidak bisa lagi menasehati anaknya. Kalau saya ada disisi ibu itu saya ikut pasrah, tetapi kalau saya ada disisi anak itu […]

eMKa hari ke-13 (Teras Melly Kiong) Lihat Kebaikan Anak dan Catatlah

  Hampir semua orangtua mengatakan tidak bisa menahan emosi kalau lihat anak melakukan kesalahan. Ini juga yang saya rasakan dan saya alami, apalagi saat pulang kerja dan lelah ketika sampai rumah semua masih berantakan. Akhirnya saya ubah mindsetnya lihat yang baik baik dari anak dan saya catat kebaikan mereka. Alhasil setiap pulang kerja laporannya adalah […]

eMKa Hari Ke-16

Paniknya Mamaku Kemarin ada tragedi di gedung Bursa Efek Jakarta yang membuat mama selalu stand by didepan TV, langsung dengan panik mama telponin anaknya satu persatu. Disaat kita sadar kita pakai segala logika “Mana mungkin bisa masuk gedung BEJ?” anak tidak mungkin kerja dalam satu gedung yang sama dan lain sebagainya. Namun ketika cinta kasih […]

Lebih Perhatikan Anak Kita Yang Sudah Besar

Semalam saya dapat informasi ada anak yang sudah SMA bunuh diri karena tidak tahan terhadap tekanan. Apakah salah anak itu?Dan dari mana saja sumbernya? Ini bisa saja terjadi jika kita sebagai orangtua terus merasa anak kita sudah besar, dan ok ok saja. Padahal mereka tidak punya orangtua yang bisa jadi sahabat mereka.Tidak siap atau tidak […]

eMKa Hari Ke-9 (Teh Bakti)

Kok Orangtua Jatuh Didiamkan? Saat saya lagi liburan , dari dalam bis saya lihat ada seorang ibu terjatuh karena kena senggolan koper anak muda yang seperti anaknya. Namun dari pandangan mata saya ibu itu terus berusaha untuk berdiri tanpa bantuan anaknya, dalam benak saya “kok cuek sekali anak ini.” Tak ingin menghakimi lebih jauh dan […]